Memaparkan catatan dengan label puisi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label puisi. Papar semua catatan

29.6.11

Hujan sepanjang hari


Hujan pagi
Kirimkan aku cinta
cinta lama
larut di bawah sepatu baru

Hujan tengah hari
hulurkan rindu
yang tertinggal sebentar tadi
di tengah aspal basah

Hujan petang
carikan aku jalan pulang
sesat sebentar dalam rintikmu
dingin, pinjamkan aku kehangatan
matahari esok pagi

Hujan malam
jika kau datang
pimpin jejariku yang basah
kerana terlalu kerap
mengesat airmata

1.59 pm

23.8.10

Ketika SeruanNya

Terus berbicara kita
tentang pointer dan gred
Tawa dan bersenda
bicara

Terus leka kita
tentang pointer berlapar
untuk hari ini
Gred tugasan petang ini

Terus berbicara kita
leka bersenda
tanpa peeduli
mendengar dalam tuli

~Dewan Raja Muda Musa~
Shah Alam
17.8.2010

24.4.10

Secangkir kopi


Dingin,kosong
tidak sehangat dulu
ku sajikan
untuk kamu

mahu pergi
dalam gelap bercelaru
bukan membawa rajuk
aku mungkin akan kembali

sibuk mengatur kembali hidup
sudah beberapa kali
ku atur
jarang sekali menjadi
seperti
ku mahu

13.4.10

Hanami sudah berakhir untuk kita


"Kau belum tidur?," tanya Hiroshi via YM
"Apa kau buat?" dia kepingin tahu.
" Aku menulis," jawab aku via YM.
"Kau menulis, tentang apa, untuk siapa?"dia mahu tahu lanjut.
"Puisi untukmu....," aku kata
"Bacakan untukku..," ujarnya
"Gila kau, kau bukan dengar suaraku," jawabku seraya meletakkan icon budak bulat warna kuning sedang ketawa tergolek-golek.
"Percayalah, aku bisa mendengar suaramu di mana-mana...,"jawab Hiroshi.

*Menulis puisi cinta untukmu adalah satu pembaziran Hiroshi. Tapi aku tulis jua kerana ku tahu; engkau selalu mendengar suaraku di mana-mana dan aku mendengar suaramu ke mana-mana aku melangkah*

"Hello, kau masih di talian..,"tanya Hiroshi.
" Apa judul puisimu?"
"Hanami sudah berkubur..," aku kata.
"Kejam!" Horoshi sudah hilang di talian.

*Ya! Hanami susah berkubur.*

Hanami sudah berkubur sore tadi
kelopak bunga gugur beselerak semalam dan pagi ini

daun kering kekuningan seakan mahu mati
ranting polos sudah,
tiada lagi kuntum mewangi
untuk kau dan diri ini
benih baru tidak akan bersemi lagi
hanami takkan kembali.
selamat pagi Hiroshi!

20.3.10

Sunyi


Ketika hari
hujan merusuh dan menumpahkan tiris
aku sekadar mampu
berpuisi
tentang salji
mengisi dini hari
dengan rundung sunyi


Kecuali rintik-rintik hujan
ku pulaukan suara-suara selainnya

11.2.10

Hari cerah, hati murung. Apa kata kita tulis sebuah puisi kosong?


Mari
aku ajar kau senyum dan ketawa
walau hari ini
macam sial
kau rasa mahu cepat-cepat panggil ajal


Mari

belajar denganku

bagaimana untuk
bersenggama dengan ketidakadilan

Ayuh
letak cinta di bawah tapak kaki
seketika

Mari!

31.1.10

Deklarasi cinta harus dikemas kini sayang!


Tajam dingin hujanmu
terlanjur aku mencintai
payung terbuka bergoyang-goyang di tanganku
titisan air dari pinggir-pinggirnya
aspal basah di bawah sepatu
mataku berair kaca-kacanya
dua tiga patah bicara memesongkan
keras dinginmu
sembilu hujanmu

mimpiku menjadi basah

dan punah